
Organisasi Kesmenesia berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Ruanita Indonesia telah menggelar seminar daring internasional untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober 2026. Forum virtual ini bertujuan untuk membangun sistem kesehatan mental yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.
Poin-Poin Penting Acara:
- Tema Utama: Mengadaptasi tema WHO 2026 yaitu „Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change“ untuk menjadikan pengalaman hidup nyata sebagai sumber pengetahuan penting dalam kebijakan kesehatan jiwa.
- Konsep Ruang Aman: Acara tidak berjalan satu arah, melainkan menjadi ruang aman (safe space) untuk saling berbagi suara dan berdialog antar-perspektif.
- Perspektif Advokasi Komunitas: Mariska Ajeng Harini (Mental Health Advocate) menekankan pentingnya hak suara masyarakat dan memutus rantai stigma negatif di kalangan generasi muda.
- Perspektif Sistem Kesehatan: Aulia Farsi (Perawat Jiwa di Jerman & Ketua Kesmenesia 2026–2028) mengulas implementasi pelayanan person-centred care di Jerman yang dapat diadaptasikan di Indonesia.
- Inklusivitas Global: Pembahasan relevan bagi warga Indonesia di dalam negeri maupun yang menetap di mancanegara karena adanya perbedaan sistem kesehatan dan tantangan migrasi.
Lebih lanjut, simak rekaman dalam kanal YouTube Kesmenesia berikut dan pastikan SUBSCRIBE ya untuk mendukung kami:
Deutsch
Kernpunkte der Berichterstattung:
- Hauptthema: Das Seminar basierte auf dem WHO-Motto für 2026 „Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change“, welches reale Lebenserfahrungen in den Fokus von Praxis und Politik rückt.
- Konzept des Safe Spaces: Die Veranstaltung war keine einseitige Vorlesung, sondern ein geschützter Raum für einen offenen Dialog aus verschiedenen Perspektiven.
- Community-Advocacy: Mariska Ajeng Harini (Mental Health Advocate) sprach über die Bedeutung von sicheren Räumen und Strategien zur Entstigmatisierung der psychischen Gesundheit bei Jugendlichen.
- Vergleich von Gesundheitssystemen: Aulia Farsi (psychiatrische Pflegekraft in Deutschland & Kesmenesia-Vorsitzende 2026–2028) erläuterte das Konzept der personenzentrierten Pflege (person-centred care) in Deutschland und dessen potenzielle Anwendung in Indonesien.
- Globale Relevanz: Die Inhalte richten sich sowohl an Menschen in Indonesien als auch an im Ausland lebende Indonesier, da Migrationsherausforderungen und soziale Unterstützungssysteme die mentale Gesundheit stark beeinflussen.


Schreibe einen Kommentar